TANGSELINFO.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan gencar melakukan pencegahan penularan campak melalui kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak.
Kegiatan imunisasi campak massal itu dilakukan selama tiga pekan yang berlangsung pada 30 Maret – 19 April 2026. Imunisasi ini menyasar anak usia 9-59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, ORI campak tersebut merupakan kegiatan imunisasi massal untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan kekebalan komunitas, terutama di wilayah terdampak.
“Sasaran ORI usia 5-59 bulan total ada 109.514 anak. Pelaksanaan imunisasi massal ini dilaksanakan di puskesmas, posyandu, PAUD/TK dan pos kesehatan lainnya,” jelas Allin.
Allin berharap, warga Kota Tangsel yang memiliki anak usia 5-59 bulan berpartisipasi aktif untuk melakukan imunisasi anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Ini merupakan upaya kita bersama dalam meminimalisir suspek dan penyebaran campak di lingkungan kita,” ungkap Allin.
Warga Apresiasi Program Vaksinasi Campak Pemkot Tangsel
Indah, warga Pondok Aren mengapresiasi upaya Pemkot Tangsel dalam melakukan penanganan dan pencegahan penularan campak melalui ORI Campak 2026 yang dilaksanakan secara menyeluruh di 7 kecamatan itu.
Menurutnya, berdasarkan pengalamannya, imunisasi campak sangat membantu meminimalisir penularan campak di lingkungan anak-anaknya.
“Alhamdulillah rutin tiap tahun mengikuti kalender vaksin. Manfaatnya memang terasa, walopun di sekolah banyak yang kena alhamdulillahnya masih aman,” ungkapnya.
Indah berharap, penyuluhan vaksinasi terutama campak terus ditingkatkan mulai dari puskesmas, posyandu hingga di tingkat RT RW.
“Saran saya lebih pro aktif lagi untuk mengingatkan RT/RW setempatnya. Suruh RT/RW membuat laporan per-RT, jadi pihak puskes/posyandu bisa mudah memantaunya,” paparnya.
Hal senada diungkapkan oleh warga Setu, Febriyanti Nurlatifah. Menurutnya, vaksin campak sangat bermanfaat membantu meminimalisir anak terkena campak dan memicu penyakit lainnya.
“Vaksin ini melindungi dari penyakit campak yang bisa menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru-paru, kerusakan otak, bahkan kematian. Selain itu, vaksin juga membantu mencegah penularan ke orang lain,” paparnya.
Febri berharap, pelayanan kesehatan untuk vaksinasi itu dapat ditingkatkan ke sistem digital sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan.
“Gunakan sistem digital untuk pendaftaran medis. Tingkatkan pelayanan ramah dan cepat, serta edukasi masyarakat tentang kesehatan secara rutin ditingkatkan lagi,” pungkasnya. (Adv)
