TANSGELINFO.COM – Armada bus sekolah gratis di Tangsel diklaim siap beroperasi pada awal tahun ajaran baru 2026/2027. Seluruh komponen kendaraan pun telah dicek dan dipastikan dalam kondisi prima.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pemeriksaan menyeluruh, mulai dari penggantian ban, uji berkala kendaraan (KIR), hingga servis selama masa libur sekolah agar dapat memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi para pelajar.
“Seluruh armada juga telah menjalani uji berkala dan pemeriksaan menyeluruh sehingga insyaAllah siap kembali beroperasi melayani para pelajar setiap hari sekolah,” kata Pilar.
Pilar menuturkan, tingginya minat masyarakat terhadap layanan bus sekolah gratis terlihat dari jumlah pengguna yang mencapai sekitar 98.500 penumpang dalam setahun.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tangsel berupaya menambah armada secara bertahap agar semakin banyak pelajar yang dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
“InsyaAllah ke depan akan terus kami optimalkan dan mudah-mudahan jumlah armada dapat ditambah, baik tahun ini maupun tahun depan, sehingga semakin banyak pelajar yang dapat memanfaatkan layanan ini. Animo masyarakat terhadap bus sekolah gratis sangat tinggi,” jelasnya.
Menurut Pilar, layanan bus sekolah gratis memang diprioritaskan khusus bagi pelajar. Sementara itu, masyarakat umum tetap diarahkan menggunakan layanan angkutan umum yang tersedia.
Khusus bagi anak berkebutuhan khusus, Pemerintah Kota Tangsel menyiapkan armada khusus yang memungkinkan orang tua mendampingi anak selama perjalanan menuju Sekolah Khusus (SKH).
“Untuk anak berkebutuhan khusus, orang tua diperbolehkan ikut mendampingi di dalam bus karena mereka membutuhkan perhatian khusus. Pengemudi dan kondektur yang bertugas juga kami pertahankan orang yang sama agar telah memahami karakter anak-anak yang mereka dampingi,” kata Pilar.
Selain meningkatkan pelayanan, Pemerintah Kota Tangsel juga terus mengupayakan penambahan armada melalui bantuan pemerintah pusat. Pilar mengatakan komunikasi dengan kementerian masih terus dilakukan dan sejauh ini mendapatkan respons yang positif.
“InsyaAllah kami berharap mendapatkan kabar baik terkait penambahan armada. Kami terus berupaya mengakses berbagai peluang, termasuk melalui dukungan hibah dari pemerintah pusat, agar layanan ini dapat menjangkau lebih banyak anak-anak di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Di sisi lain, Pilar memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengganggu operasional bus sekolah gratis.
Ia menyebut Pemerintah Kota Tangsel telah melakukan pergeseran anggaran sekitar Rp400 juta untuk menutup kekurangan biaya operasional akibat penyesuaian harga BBM.
Ia menambahkan, apabila terjadi perubahan harga BBM di masa mendatang, pemerintah akan kembali melakukan penyesuaian anggaran agar layanan transportasi gratis bagi pelajar tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
“Kami ingin memastikan seluruh anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi. Itu merupakan komitmen pemerintah,” tuturnya.
