TANGSELINFO.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Tangsel kini fokus lakukan pencegahan gangguan mental hingga kecemasan pada anak-anak muda. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan generasi bangsa menuju Indonesia Emas.
Pencegahan gangguan kesehatan mental ini tengah gencar dilakukan oleh Dinkes Kota Tangsel. Terbaru, ada 120 anak muda mengikuti Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas) di Puspemkot Tangsel, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, anak muda di fase usia produktif merupakan kelompok yang membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima untuk menjalani aktivitas sehari-hari maupun meraih cita-cita di masa depan.
“Kita sadar betul bahwa usia produktif ini harus punya fisik yang kuat dan mental yang kuat supaya mereka juga bisa menggapai cita-citanya dengan baik,” katanya.
Menurutnya, pola hidup sehat tidak selalu dimulai dari hal besar. Para pemuda Kota Tangsel dapat memulainya dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Allin menuturkan, gangguan kesehatan mental sering kali berawal dari kondisi yang tampak sederhana, seperti rasa cemas, kesepian, atau merasa tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita. Kondisi tersebut kerap tidak disadari dan akhirnya dipendam sendiri.
“Kadang ada anggapan kalau curhat itu dianggap lemah. Padahal pada saat seseorang bercerita kepada orang yang dipercaya, itu merupakan upaya menjaga dirinya sendiri agar tetap kuat,” katanya.
Ia mengingatkan, persoalan kesehatan mental tidak boleh dianggap remeh. Sebab, ketika perasaan cemas atau kesepian terus dipendam, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Menurut Allin, kesehatan fisik dan mental merupakan dua hal yang saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain. Ketika kondisi fisik menurun, kesehatan mental dapat ikut terganggu. Begitu pula sebaliknya.
“Jangan sampai sehat mental dianggap sepele. Itu juga harus bisa seimbang dengan sehat fisik. Karena keduanya saling memengaruhi. Pada saat tidak sehat fisik, bisa berpengaruh ke mental. Sebaliknya pun begitu,” tegasnya.
Untuk memperkuat edukasi kepada peserta, Dinkes menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Columbia Asia serta seorang psikolog.
Pemilihan tema tersebut tidak lepas dari meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda, seperti penyakit jantung dan stroke.
“Kita melihat sekarang banyak kasus penyakit tidak menular. Ada anak muda yang meninggal karena penyakit jantung, ada juga yang terkena stroke di usia muda. Karena itu edukasi mengenai pola hidup sehat menjadi sangat penting,” pungkasnya. (Adv)
