TANGSELINFO.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) lakukan pendataan dan antisipasi penyebaran penyakit dari hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Tangsel.
Pendataan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu terus dilakukan oleh Pemkot Tangsel melalui UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Tangsel.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Tangsel Pipit Surya Yuniar mengatakan, dari data sementara yang dimiliki tercatat ada sekira 3.000 – 4.000 ekor hewan kurban yang masuk dari luar daerah.
Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya kasus penyakit berbahaya pada hewan kurban yang masuk ke wilayah Tangsel.
“Hingga saat ini untuk penyakit-penyakit yang dirasa tidak bisa recovery sampai hari-H, itu belum kami dapatkan,” kata Pipit kepada wartawan, Selasa, 19 Mei 2026.
Pipit menuturkan, penyakit yang sejauh ini ditemukan pada hewan kurban umumnya hanya gangguan ringan akibat proses perjalanan atau transportasi.
“Penyakit-penyakit yang muncul biasanya penyakit transportasi seperti mata merah, kemudian kelelahan, atau luka-luka trauma. Itu masih bisa sembuh pada saat hari-H,” tuturnya.
Pipit menuturkan, pihaknya masih terus melakukan pendataan hewan kurban hingga menjelang Iduladha 1447 Hijriyah.
Pendataan di lapangan dilakukan secara masif dengan menggandeng kader kelurahan untuk membantu proses pendataan di lapangan.
“Dari data yang kemarin kami update, itu sudah sekitar 3.000 sampai 4.000-an yang terdata di kami. Pendataan masih terus berlangsung dan di-update setiap hari,” jelasnya.
Pipit memperkirakan jumlah hewan kurban yang masuk ke Kota Tangsel masih akan terus bertambah mendekati hari raya Iduladha. Pasalnya, hingga kini masih terdapat sejumlah lapak penjualan hewan kurban yang baru mulai dibangun di sejumlah titik di Tangsel.
“Kemungkinan nanti sampai menjelang hari-H masih ada hewan yang masuk lagi,” pungkasnya.(Adv)
