TANGSELINFO.COM – Peningkatan kapasiras kader Posyandu terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan atau Dinkes Kota Tangsel untuk memperkuat peran para kader sebagai garda terdepan pelayanan informasi kesehatan di lingkungan masyarakat.
Peningkatan kapasitas kader posyandu itu dilakukan Dinkes Kota Tangsel secara bergilir di setiap kecamatan di Kota Tangsel. Terbaru, ratusan kader posyandu di Kecamatan Serpong antusias mengikuti peningkatan kapasitas kader posyandu tahun 2026.
Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya Pemkot Tangsel dalam memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer berbasis siklus hidup.
“Kegiatan ini penting dilakukan sebagai wadah evaluasi dan upgrade skill dan pengetahuan para kader posyandu. Para kader memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan primer berbasis siklus hidup. Karena edukasi pola hidup bersih dan sehat paling efektif dilakukan oleh orang yang dekat dan mengenal lingkungan masyarakat,” kata Allin.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Tangsel Lilis Suryani. Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai momentum para kader untuk sharing tentang kendala yang dialami dan solusi yang dapat diterapkan dalam memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah agar bertambahnya pengetahuan serta ilmu yang dimiliki para kader, sehingga mereka semakin terlatih dan terampil dalam melaksanakan pelayanan rutin di Posyandu,” jelas Lilis.
Lilis menuturkan, di Kecamatan Serpong terdapat 141 Posyandu yang tersebar di 9 kelurahan. Sebanyak 139 di antaranya terdaftar sebagai Posyandu aktif.
“Kegiatan pelatihan ini menyasar 584 kader kesehatan setempat yang saat ini terbagi ke dalam tingkatan kader Purwa 332 orang, Madya 120 orang dan Utama 131 orang,” tuturnya.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kota Tangsel H. Ika menekankan, pentingnya Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Menurutnya, Posyandu bukan sekadar tempat pelayanan, melainkan wadah pemberdayaan masyarakat.
“Sinergi antara Tim Pembina, kader, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Melalui Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu ini, diharapkan seluruh kader memiliki pemahaman yang utuh mengenai pelayanan di semua siklus hidup, sehingga target seluruh Posyandu di Kota Tangsel menjadi Posyandu Aktif di tahun 2026 dapat tercapai,” tegas H. Ika.
Para kader Posyandu Kecamatan Serpong dibekali materi teknis kesehatan dari narasumber, drg. Melina Lestari. Dalam paparan bertema “Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat Desa (UKGMD)”, drg. Melina memberikan edukasi praktis seputar pencegahan penyakit gigi dan mulut, pengenalan gejala karies, penanganan darurat gusi bengkak dan sariawan, hingga teknik menyikat gigi yang benar serta pentingnya kontrol rutin ke Puskesmas.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Eka Mulyawati menyampaikan materi krusial mengenai 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu Bidang Kesehatan.
Eka membedah secara rinci standar kompetensi yang wajib dikuasai oleh setiap kader Posyandu, mulai dari keterampilan pengelolaan Posyandu, pelayanan kesehatan ibu hamil dan menyusui, pelayanan bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, hingga pelayanan kesehatan bagi usia produktif dan lansia.
Penyampaian materi ini menjadi pembekalan komprehensif agar para kader siap mengimplementasikan Integrasi Layanan Primer (ILP) secara optimal di wilayah masing-masing. Melalui kegiatan ini, Pemkot Tangsel berharap para kader Posyandu di Kecamatan Serpong semakin termotivasi dan memiliki daya saing serta keterampilan yang mumpuni dalam melayani masyarakat. (Adv)
