Hot News
Bulan Bakti Pramuka 2026 Tangsel: Perkuat Karakter Generasi Muda
Tangsel Digital Academy: Wadah Santri Kuasai Teknologi Digital
Dikbud Kota Tangsel Minta Guru Peka Kondisi Lingkungan Sekolah
Kebut Target RPJMD, Dikbud Kota Tangsel Beri Bantuan Sarana dan Prasarana Belajar 115 PAUD di 2026
DLH Kota Tangsel Tingkatkan Intensitas Penyemprotan Air, Cegah Kebakaran saat Kemarau di TPA Cipeucang,
tangselinfo.com
  • News
  • Info Tangsel
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • TangselPedia
Sign In
Font ResizerAa
tangselinfo.comtangselinfo.com
  • News
  • Info Tangsel
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • TangselPedia
Search
  • News
  • Info Tangsel
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • TangselPedia
banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Stay Updated

Get the latest headlines, discounts for the military community, and guides to maximizing your benefits
Subscribe

Explore

  • Photo of The Day
  • Opinion
  • Today's Epaper
  • Trending News
  • Weekly Newsletter
  • Special Deals
Masuk ke akunmu Sign In
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme Powered by WordPress

Ansor Kota Tangsel Laporkan Dugaan Kejanggalan TPP ASN Tangsel ke Kejari

Redaksi Redaksi 17 April 2026 4 Min Read
Share
ANSOR KOTA TANGSEL
PC GP Ansor Kota Tangsel laporkan Pemkot Tangsel ke Kejari Kota Tangsel soal TPP, Jumat, 17 April 2026.
SHARE

TANGSELINFO.COM – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi melaporkan dugaan kejanggalan dalam kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Jumat (17/4/2026).

Laporan tersebut diajukan sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak transparan serta memunculkan ketimpangan signifikan antarpegawai.

Sekretaris PC GP Ansor Kota Tangerang Selatan Amizar mengatakan, pihaknya datang langsung ke kantor Kejari Tangsel untuk menyampaikan laporan sekaligus mendorong adanya keterbukaan dalam perumusan kebijakan TPP.

“Tujuan kami datang ke Kejari Tangsel untuk melaporkan terkait TPP ASN. Sebab kami menemukan beberapa kejanggalan yang menurut kami perlu ditindaklanjuti. Kami ingin ada transparansi, terutama soal dasar pembentukan tim perumus dan penentuan besaran TPP,” katanya.

Dalam laporan tersebut, Amizar menyoroti adanya ketidakseimbangan tunjangan antara ASN di level bawah dengan pejabat di tingkat atas.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan pegawai.

“TPP untuk guru, tenaga kesehatan, Dishub, Satpol PP, hingga pegawai di kelurahan tidak berbanding lurus dengan pejabat di atasnya. Ini yang kami nilai janggal,” tegasnya.

Amizar menambahkan, laporan tersebut turut menyeret sejumlah pihak sebagai objek, termasuk Wali Kota Tangerang Selatan sebagai penandatangan kebijakan, serta tim perumus TPP yang terdiri dari sejumlah pejabat daerah.

“Yang menjadi objek laporannya dalam hal ini adalah tim perumusnya, termasuk Wali Kota sebagai orang yang menandatangani, dan Sekda sebagai Ketua Tim Perumusnya,” kata Amizar.

LBH GP Ansor Kota Tangsel Nilai Kebijakan TPP Bertentangan dengan Aturan

Sementara itu, Ketua LBH GP Ansor Kota Tangsel Suhendar menilai, kebijakan TPP yang diterapkan Pemkot Tangsel diduga bertentangan dengan regulasi yang lebih tinggi, khususnya ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri.

“Dalam aturan Mendagri sudah jelas ada parameter-parameter penentuan TPP. Namun di Kota Tangsel, parameter itu kami duga diabaikan sehingga hasilnya tidak sejalan dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Suhendar.

Menurutnya, hal tersebut perlu didalami lebih jauh untuk memastikan apakah terjadi kekeliruan administratif atau justru ada unsur kesengajaan dalam penyusunan kebijakan.

Suhendar juga menyoroti adanya ketimpangan mencolok dalam struktur penghasilan ASN.

Ia menyebut, terdapat kondisi di mana pejabat dengan kelas jabatan lebih rendah justru menerima penghasilan lebih besar dibandingkan pejabat dengan kelas jabatan lebih tinggi.

“Ini yang menjadi pertanyaan besar. Selain itu, ASN yang memiliki risiko kerja tinggi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat justru menerima TPP yang relatif kecil,” katanya.

Ia mencontohkan tenaga kesehatan, petugas perhubungan, Satpol PP, hingga pegawai kelurahan yang bekerja tanpa mengenal waktu, namun dinilai belum mendapatkan tunjangan yang proporsional.

Suhendar mengungkapkan, dalam laporan tersebut pihaknya  juga melampirkan sejumlah dokumen seperti regulasi resmi hingga tanggapan masyarakat di media sosial.

“Kami sertakan juga aspirasi dan curhatan masyarakat sebagai bentuk bahwa persoalan ini dirasakan luas oleh ASN. Banyak yang merasa diperlakukan tidak adil,” ujar Suhendar.

Lebih jauh, pihaknya menduga persoalan ini tidak sekadar kesalahan administratif, melainkan ada potensi desain kebijakan yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.

“Kami menduga ini bukan hanya persoalan administratif. Ada kemungkinan desain kebijakan yang harus diperbaiki. Bahkan tidak menutup kemungkinan adanya persekongkolan dalam penentuan kelas jabatan tertentu,” tegasnya.

Meski demikian, Suhendar menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

“Terbukti atau tidak, itu ranah penegak hukum. Kami berharap Kejari Tangsel dapat menindaklanjuti laporan ini secara profesional dan proporsional,” katanya.

Ia berharap, ke depan kebijakan TPP dapat dirumuskan secara adil, transparan, dan proporsional, sehingga seluruh ASN terutama yang berada di garda terdepan pelayanan publik dapat merasakan manfaat secara merata.

“TPP ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah. Seharusnya bisa dinikmati secara adil oleh semua ASN, bukan hanya pejabat tertentu,” pungkas Suhendar.

TAGGED:Ansor Kota TangselGP Ansor Kota TangselKejari Kota TangselTPP ASN Pemkot Tangsel
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link

Terkini

Bulan Bakti Pramuka 2026 Tangsel
Bulan Bakti Pramuka 2026 Tangsel: Perkuat Karakter Generasi Muda
Pendidikan
Tangsel Digital Academy
Tangsel Digital Academy: Wadah Santri Kuasai Teknologi Digital
Info Tangsel
Dikbud Kota Tangsel
Dikbud Kota Tangsel Minta Guru Peka Kondisi Lingkungan Sekolah
Pendidikan
Dikbud Kota Tangsel
Kebut Target RPJMD, Dikbud Kota Tangsel Beri Bantuan Sarana dan Prasarana Belajar 115 PAUD di 2026
Pendidikan
- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Asuransi Jasindo

Asuransi Jasindo Libatkan 3 Ribu Orang di PEKEN Jasindo, Perkuat Ekonomi Banten

News
Asuransi Jasindo

Narasemesta Asuransi Jasindo Perkuat Kesehatan Warga Baduy

News
Dinas SDABMBK Kota Tangsel

Ini Daftar Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut, Komitmen Dinas SDABMBK Kota Tangsel Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat

News
Wakli Wali Kota Tangsel Pilar saga Ichsan ikut distribusikan air bersih di Keranggan Setu Tangsel

Bantu Atasi Kekeringan di Keranggan, Pemkot Tangsel Distribusikan 4.000 Liter Air Bersih

News
tangselinfo.com

© 2025 Info Tangsel. All rights reserved. Designed by ❤ dezainin.com

Kanal

  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Info Tangsel
  • TangselPedia

Redaksi

  • Tentang Kami
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Must Read

Bulan Bakti Pramuka 2026 Tangsel: Perkuat Karakter Generasi Muda
Dikbud Kota Tangsel Bakal Perbaiki 5 Bangunan SDN dan SMPN

Informasi yang disajikan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, mencakup informasi Peristiwa, Info Tangsel, Pemerintahan, dan Pendidikan.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu sekarang