TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah pada Pajak Penerangan Jalan (PPJ) atau Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tenaga listrik.
Kepala Bapenda Kota Tangsel Eki Herdiyana mengatakan, target PBJT – tenaga listrik tahun 2026 di Kota Tangsel yakni Rp268 miliar.
“Pendapatan tahun 2024 dan 2025 alhamdulillah hasilnya positif dan melampaui target. Untuk tahun 2026 ini kami semua berupaya untuk merealisasikan pendapatan PBJT – tenaga listrik mencapai target bahkan melebihi,” kata Eki.
Eki mengaku, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam upaya mengoptimalkan pendapatan daerah dari PBJT – tenaga listrik. Seperti tidak adanya data terinci by name by address pelanggan PLN sebagai acuan untuk menghitung potensi sesungguhnya pajak yang seharusnya dibayarkan oleh PLN.
“Selain itu, program diskon kepada konsumen PLN, walaupun sangat bermanfaat bagi masyarakat, tetapi secara penerimaan pajak dapat mempengaruhi jumlah pajak yang diterima,” ungkap Eki.
Menghadapai tantangan tersebut, Bapenda Kota Tangsel memiliki sejumlah strategi untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah dari PBJT – tenaga listrik.
Mulai dari bekerjasama dengan PLN melalui PLN distribusi Jakarta Raya dan PLN distribusi Banten hingga ekonsiliasi rutin dengan PLN untuk evaluasi data pelanggan PLN wilayah Tangerang Selatan yang pembayarannya masih diserahkan kepada Kabupaten Kota sekitar.
“Sosialisasi terus kita gencarkan bersama PLN untuk bayar listrik tepat waktu, integrasi dengan data PBG untuk potensi penambahan PPJ atas Pembangunan rumah/Gedung. Serta menjalin kerjasama dengan PT PLN untuk mendapatkan potensi dari penambahan daya dan pemasangan baru,” papar Eki.
Soal PPJ atau PBJT – tenaga listrik itu, Warga Serpong Utara Nur Aini berharap, pendapatan dari sektor tenaga listrik itu juga dapat direalisasikan untuk pembiayaan penerangan jalan milik pemerintah.
“Harapannya, penerangan umum di Tangsel bisa setara dengan kualitas penerangan jalan yang dibangun dan disediakan oleh developer,” ungkapnya.
Harapan serupa juga diungkapkan oleh Warga Setu, Aziz Zarkasih. Dia berharap, pemerintah dapat mengoptimalkan fasilitas penerangan jalan dari pendapatan daerah yang didapatkan.
“Pemerintah harus check semua ruas jalan yang gelap dan langsung dipasangi lampu jalan, agar mengurangi tingkat kecelakaan dan membuat masyarakat nyaman,” paparnya. (Adv)
