TANGSELINFO.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Pemkot Tangsel bakal menggelar bazar ramadan di 7 kecamatan dan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas inflasi terutama pada menjelang awal dan akhir Ramadan 1447 H.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Ucok Siagian menjelaskan, berdasarkan data pemantauan, kondisi harga bahan pokok sempat mengalami deflasi cukup tajam pada Januari 2026.
Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat turun bertahap dari minus 1,88 persen hingga minus 3,51 persen dalam empat pekan.
“Komoditas yang menjadi andil deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras,” jelas ucok.
Peningkatan pasokan itu berasal dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen, serta peningkatan produksi peternak.
Namun memasuki Februari, tren harga mulai berbalik naik. Pada pekan pertama Februari 2026, inflasi tercatat sebesar 1,27 persen yang didorong kenaikan harga cabai rawit.
Berdasarkan pemantauan harga di pasar pantau hingga pertengahan Februari, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, serta minyak goreng curah.
Maka itu, Pemkot Tangsel menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Seperti pemantauan stok dan harga bahan pokok, bazar Ramadan hingga Gerakan Pangan Murah.
“Gerakan Pangan Murah rencanannya akan dilaksanakan mulai awal Maret 2026 bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tangerang Selatan,” papar Ucok.
Selain itu, pengawasan distribusi bahan pokok terus diperketat untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga. Pemerintah juga akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan pasar modern menjelang Idulfitri nanti.
“Ya semua langkah ini kita lakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama ramadan hingga lebaran nanti,” ucapnya. (Adv)
