TANGSELINFO.COM – Sebanyak 60 ribu anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah mendapatkan vaksin campak dari hasil program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, ORI Campak itu berlangsung selama tiga pekan pada 30 Maret – 19 April 2026. Imunisasi ini menyasar anak usia 9-59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
“Sasaran ORI usia 5-59 bulan total target 109.514 anak harus tervaksinasi. Hingga 18 April 2026, tercatat 60.609 anak atau 55,3 persen dari target telah mendapatkan vaksin campak,” kata Allin.
Allin menuturkan, meski jadwal ORI Campak nasional telah usai, tetapi vaksinasi campak terus dilakukan oleh Dinkes Kota Tangsel dan dilaksanakan secara massal di puskesmas, posyandu, PAUD/TK dan pos kesehatan lainnya.
“Ini merupakan upaya kita bersama dalam meminimalisir suspek dan penyebaran campak di lingkungan kita,” ungkap Allin.
Indah, warga Pondok Aren mengapresiasi upaya Pemkot Tangsel dalam melakukan penanganan dan pencegahan penularan campak melalui ORI Campak 2026 yang dilaksanakan secara menyeluruh di 7 kecamatan itu.
Menurutnya, berdasarkan pengalamannya, imunisasi campak sangat membantu meminimalisir penularan campak di lingkungan anak-anaknya.
“Alhamdulillah rutin tiap tahun mengikuti kalender vaksin. Manfaatnya memang terasa, walaupun di sekolah banyak yang kena alhamdulillahnya masih aman,” ungkapnya.
Indah berharap, penyuluhan vaksinasi terutama campak terus ditingkatkan mulai dari puskesmas, posyandu hingga di tingkat RT RW.
“Saran saya lebih pro aktif lagi untuk mengingatkan RT/RW setempatnya. Suruh RT/RW membuat laporan per-RT, jadi pihak puskes/posyandu bisa mudah memantaunya,” paparnya.
Hal senada diungkapkan oleh warga Setu, Febriyanti Nurlatifah. Menurutnya, vaksin campak sangat bermanfaat membantu meminimalisir anak terkena campak dan memicu penyakit lainnya.
“Vaksin ini melindungi dari penyakit campak yang bisa menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru-paru, kerusakan otak, bahkan kematian. Selain itu, vaksin juga membantu mencegah penularan ke orang lain,” paparnya.
Febri berharap, pelayanan kesehatan untuk vaksinasi itu dapat ditingkatkan ke sistem digital sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan.
“Gunakan sistem digital untuk pendaftaran medis. Tingkatkan pelayanan ramah dan cepat, serta edukasi masyarakat tentang kesehatan secara rutin ditingkatkan lagi,” pungkasnya. (Adv)
