Hot News
30 Ribu Lebih Pelajar di Tangsel Anemia
Puluhan UMKM Antusias Ikuti Festival Dekorasi di Pondok Kacang Timur Tangsel
Tingkatkan Kenyamanan Mobilitas Masyarakat, Pemkot Tangsel Perluas Jalan Maruga Raya
Pemkot Tangsel Perkuat Penanganan dan Antisipasi Bencana Musim Kemarau
Pemkot Tangsel Luncurkan Datara, Perkuat Ekosistem Digital dan Pembangunan Tepat Sasaran
tangselinfo.com
  • News
  • Info Tangsel
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • TangselPedia
Sign In
Font ResizerAa
tangselinfo.comtangselinfo.com
  • News
  • Info Tangsel
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • TangselPedia
Search
  • News
  • Info Tangsel
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • TangselPedia
banner
Create an Amazing Newspaper
Discover thousands of options, easy to customize layouts, one-click to import demo and much more.
Learn More

Stay Updated

Get the latest headlines, discounts for the military community, and guides to maximizing your benefits
Subscribe

Explore

  • Photo of The Day
  • Opinion
  • Today's Epaper
  • Trending News
  • Weekly Newsletter
  • Special Deals
Masuk ke akunmu Sign In
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme Powered by WordPress

Dikbud Kota Tangsel Minta Guru Peka Kondisi Lingkungan Sekolah

Redaksi Redaksi 30 Juli 2026 3 Min Read
Share
Dikbud Kota Tangsel
Pada tahun ajaran baru 2026/2027, Dikbud Kota Tangsel meminta guru lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekolah.
SHARE

TANGSELINFO.COM – Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2026 meningkat. Hingga Juni 2026, tercatat ada 118 anak yang terdata menjadi korban kekerasan, sebanyak 37 kasus bahkan terjadi di lingkungan sekolah.

Ironinya, berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Tangsel, terdapat 34 kasus pencabulan terhadap anak laki-laki.

Salah satu kasus pencabulan yang terbongkar adalah dilakukan oleh oknum guru di SDN Rawa Buntu 01 Kecamatan Serpong, pada Januari 2026. Kasus pencabulan tersebut heboh lantaran hasil penelusuran, korbannya merupakan siswa laki-laki dan berlangsung selama bertahun-tahun.

Kasus tersebut, semula dibongkar salah satu wali murid korban pencabulan dan kemudian membongkar tabir bejatnya oknum pelaku memperdayai para korbannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Deden Deni menuturkan, pihaknya pun ikut terkejut saat kasus pencabulan tersebut terungkap. Pasalnya, kata Deni, bahkan pihak sekolah tak menduga lantaran pelaku dikenal sebagai sosok yang.

“Ternyata, sikap baiknya itu menjadi salah satu modus untuk memperdayai korban. Paling parahnya, korban tidak merasa sebagai korban karena diperdayai oleh pelaku,” kata Deden.

Deden menuturkan, pelaku memperdayai korban dengan memberikan uang jajan hingga perlengkapan dan keperluan sekolah.

“Pelaku memanfaatkan sisi lemah korban dengan memberikan apa yang belum didapat dari orangtuanya. Jadi, hal itu yang membuat korban merasa menjadi korban,” tuturnya.

Deden menerangkan, saat ini kasus tersebut sudah sampai di persidangan untuk mengadili dan memberi ganjaran hukuman setimpal akibat pencabulan yang dilakukan.

Deden mengajak, agar para guru dan warga sekolah mulai peka dengan lingkungan sosialnya. Tak hanya perilaku siswa, tetapi juga perilaku guru.

“Kita mengajak guru supaya lebih peka. Ada perbedaan seperti ruang kelas berbeda, perhatian ke anak berlebihan dan cenderung tidak wajar, jangan anggap enteng. Saya ajak guru curiga saja terhadap hal-hal yang baiknya berlebihan meskipun niatnya untuk kebaikan,” paparnya.

Deden menyebut, untuk meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap anak di sekolah, pihaknya telah deklarasikan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Selain itu, ada juga Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak yang harus dipedomani seluruh sekolah untuk meminimalisir dampak negatif dari penggunaan media sosial di sekolah.

“Butuh bantuan semua pihak, baik langsung maupun tidak langsung. Peran orangtua di rumah juga penting untuk membatasi akses terhadap dunia digital karena sebagian besar kekerasan di sekolah terjadi karena pengaruh dari media sosial,” pungkasnya. (Adv)

TAGGED:berita tangselDikbud Kota TangselPemkot Tangseltangsel info
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link

Terkini

Pelajar di Tangsel
30 Ribu Lebih Pelajar di Tangsel Anemia
Info Tangsel
Pondok Kacang Timur
Puluhan UMKM Antusias Ikuti Festival Dekorasi di Pondok Kacang Timur Tangsel
Info Tangsel
DSDABMBK Kota TangselJalan Maruga Puspemkot Tangsel
Tingkatkan Kenyamanan Mobilitas Masyarakat, Pemkot Tangsel Perluas Jalan Maruga Raya
Pemerintahan
Pemkot Tangsel
Pemkot Tangsel Perkuat Penanganan dan Antisipasi Bencana Musim Kemarau
Pemerintahan
- HUT RI-
Ad imageAd image
- HUT RI -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Pemkot Tangsel luncurkan Datara

Pemkot Tangsel Luncurkan Datara, Perkuat Ekosistem Digital dan Pembangunan Tepat Sasaran

Pemerintahan
Pemkot Tangsel

Pemkot Tangsel Bersihkan Jalan, Cegah Dampak Negatif Abu Vulkanik GAK Kepada Masyarakat

News
Pemkot Tangsel

HUT ke-81 RI, Wali Kota Tangsel Minta Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Wujudkan Negara Maju

News
Pemuda Serpong

Pemuda Serpong Soroti Masalah Pendidikan, Tagih Implementasi Janji Politik Benyamin

News
tangselinfo.com

© 2025 Info Tangsel. All rights reserved. Designed by ❤ dezainin.com

Kanal

  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Info Tangsel
  • TangselPedia

Redaksi

  • Tentang Kami
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Must Read

30 Ribu Lebih Pelajar di Tangsel Anemia
Dikbud Kota Tangsel Bakal Perbaiki 5 Bangunan SDN dan SMPN

Informasi yang disajikan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, mencakup informasi Peristiwa, Info Tangsel, Pemerintahan, dan Pendidikan.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu sekarang